PACARAN BEDA IMAN, BOLEH ATAU TIDAK ???
PACARAN BEDA IMAN, BOLEH ATAU TIDAK ???
KAPAN SAYA BOLEH PACARAN
Ada
banyak pendapat mengenai kappan seseorang boleh pacaran, jika pertanyaan ini di
berikan pada orang tua kita yang rata2 lahir pada tahun 70an atau 60an maka
jawab mereka adalah sekitar 20an tahun atau lebih walauoun pada bebrapa
masyarakat yang menikahkan anak mereka pada usui
yang sangat mudah kerena kebiasaan, atau tradisi adat istiadat yang berlaku.
Namun
jika kita bertanya hal tersebut pada generasi sekrang maka kita akan menemukan
jawaban yang fariatif, , sebagian anak remaja kita sudah berpacaran walaupun
masih duduk pada bangku sekolah menengah tingkat pertama, ada juga anak2 kita
yang baru berpacaran saat duduk pada bangku sekolah menengah tingkat atas, ada
pula yang baru berpacaran ketika mereka berkuliah. Jadi pacaran pada zaman
sekarang tidak memiliki polah yang tetap lagi, dapat dikatakan sesuai
kebutuhan, hehehehe.
Jadi
sebenarnya seseorang dianggap dapat berpacaran pada usia berapa sihh??
sebaiknya ketika seseorang telah cukup umur, minimal 18 tahun, tapi lebih baik kalau orang tersebut telah dewasa, sehingga memiliki tujuan yang jelas mengenai tujuan berpacaran, sebab berpacaran adalah suatu kegiatan membangun hubungan utnuk menuju pernikahan. oleh karena itu pacaran tidak beoleh di lakukan hannya untuk sekedar punya stautus atau coba2.
KENAPA
HARUS PACARAN DENGAN YANG SE IMAN
Semenjak
penciptaan manusia, manusia telah
dilengkapi dengan kehendak bebas, kehendak bebas itu tetap ada pada masnusia
sampai hari ini,
Tidak
ada hokum yang melarang seseorang untuk jatuh cinta serta
berpacaran, sebab hal itu merupakan kebutuhan yang tidak dapat di elakan lagi,
pada mulanya ketika Allah menjadikan manusia, Allah berfirman beranak cucu dan
penuhilah bumi, hal ini menjadi landasn pijik untuk setiap manusia membangun
hubungan yang akan bermuara pada pernikahan.
Selain
itu manusia di ciptakan dengan potensi untuk membangun hubungan serta
berkembang biak dan menelanjutkan keturunan. Manusia di ciptakan berpsang –
pasangan serta di perlengkapi dengan berbagai rasa, untuk meresponi persaan
dari lawan jenisny, manusia juga di lengkapi dengan kebutuhan – kebutuhan
biologis yang hanya dapat di penuhi oleh lawan jenisnya.
Namun tidak serta merta manusia dapt
mengunakan semua peotensi itu dengan cara yang salah dan tidak bertanggung
jawab,semua hal yang telah dikaruniakan pada manusia tersebut, haruslah
digunakan denngan cara yang benar serta, tepat. Dengan demikian Allah dapat di
senangkan.
Semua
hal yang kita anggap biak, belum tentu baik dalam pemandangannya Tuhan, Allah
pernah menyesal pernah menjdikan manusia pada zaman Nuh, sebab manusia
menjalankan cara hidup yang jahat dalam pemandangannya Allah, setiap anak Allah
mengambil siapa saja anak masnuai yang disukainya, kemudian di jadikan
pasangan. Hal tersebut menurut manusia baik, namun dalam pemandangan Allah hal
tersebut adlah jahat.
Karena
perbuatan jahat manusia itu
mengakibatkan hukuman Allah terhadap manusia, bumi,
Allah menemukan Nuh dan keluarganya yang benar, sehingga kelurga Nuh di
selamatkan,



Comments
Post a Comment